Kemajuan peradaban manusia di abad ini
adalah merupakan buah karya pengetahuan manusia yang terus berkembang dari
zaman ke zaman secara berkesinambungan. Begitu pula dengan kemunculan buku,
sebagai sarana perekam yang tak kenal lekang oleh zaman, hingga saat ini masih
diakui perananannya sebagai sarana mengembangkan ilmu pengetahuan yang berguna
untuk peradaban dimasa yang datang.
Maka dari itu untuk menemukan, mengkaji ulang
dan mengembangkan pengetahuan yang tersimpan dalam buku tersebut maka muncullah
perpustakaan sebagai sarana untuk
memperoleh beragam informasi berupa pengetahuan.
Apakah perpustakaan itu? Perpustakaan adalah
suatu gedung atau ruangan untuk menyimpan buku dan terbitan lain yang disimpan
dengan susunan tertentu, untuk digunakan pembaca, bukan untuk di jual
(Sulistyo-Basuki, 2013:3). IFLA (International Federation of Library
Assocation and Institution) menyatakan perpustakaan adalah kumpulan materi
tercetak dan media non cetak dan atau sumber informasindalam komputer yang di
susun secara sistematis untuk digunakan pemakai. Dikaji dari objeknya perpustakaan adalah suatu
institusi yang mencakup organisasi yang memberikan layanan ke masyarakat denan
beberapa kegiatan mengolah, menyimpan, temu kembali informasi, pelestarian, dan
perawatan. Perpustakaan memiliki fungsi, yaitu:
1. Informasi = Sekelompok data/ sekumpulan dokumen yang digunakan oleh orang lain
dan dimanfaatkan.
2. Edukasi = Bahwa perpustakaan itu
sangat penting bagi pendidikan formal ataupun nonformal.
3. Culture = Dapat membangkitkan cinta
dalam minat baca.
4. Recreation = Sarana tempat rekreasi bagi
orang- orang yang menyukai buku- buku fiksi maupun non fiksi.
5. Research = Sumber dari segala penelitian.
6. Deposit = Tempat penyimpanan berbagai koleksi.
Perpustakaan memiliki konsep, yaitu:
1. Perpustakaan
Digital = Suatu sistem perpustakaan yang memiliki berbagai layanan
dan objek informasi melalui perangkat digital. (multimedia reader).
2. Perpustakaan Elektronik = Perpustakaan yang menggunakan teknologi informasi dalam
seluruh kegiatannya, disamping juga menyimpan informasi tercetak dan informasi
elektronik.
Pada saat ini Perkembangan teknologi
informasi yang sangat cepat, menuntut pustakawan dan perpustakaan untuk berjuang
dan bekerja lebih keras lagi dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan
serta keahlian dalam bidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi , serta
teknologi informasi. Dalam perkembangan teknologi informasi di bidang
perpustakaan lebih dikenal dengan istilah otomasi perpustakaan sudah menjadi
suatu tuntutan. Disini internet merupakan media mudah yang dimanfaatkan di
seluruh dunia, istilah Digital Library, E-Library, dan virtual Library mulai
sering kita dengar. Di dalam perpustakaan modern, tidak saja menyediakan ruang
dan buku tapi juaga tanpa batas waktu dan ruang dengan koleksi buku dan non
buku atau digital, bentuk koleksi digital bisa berupa slide, micro film,
rekaman audio, koleksi digital (e-journal dan e-book).
Crawford dan Gorman, 1995,
mendeklarasikan bahwa perpustakaan masa kini-bahkan masa depan memiliki lima
pinsip sebagai berikut:
1.
Libraries
Serve Humanity (perpustakaan melayani manusia)
2. Respect
All Form by Which Knowledge is Communicated (suatu
kehormatan semua bentuk pengetahuan dikomunikasikan)
3. Use
The Technology Intelligently to Enchange Service (gunakan
teknologi dengan cerdas untuk meningkatkan pelayanan)
4.
Protect
Free Access to Knowledge (lindungi akses gratis
pengetahuan)
5.
Honor
The Past and Create Future (menghormati masa lalu, dan
menciptakan masa depan).
Main service perpustakaan adalah
koleksi, tapi sekarang koleksi memiliki pengertian yang luas, tidak saja teks
book, tapi bentuk digital dan lainnya. Data diperlukan untuk mensuport
pekerjaan dan berkontribusi dalam pengambilan keputusan manajemen. Koleksi
dalam suatu perpustakaan digital dapat ditempatkan dalam suatu server atau
sistem cloude yang dapat dimungkinkan untuk diakses secara cepat dan mudah.
Pada perpustakaan digital seluruh koleksi memakai format digital yang disusun
dalam sebuah arsitektur komputerisasi.
Dalam perpustakaan digital memiliki
beberapa keunggulan antara lain adalah layanan jarak jauh, akses yang mudah,
murah, pemeliharaan koleksi secara digital, dan jaringan global. Perbedaan
perpustakaan biasa dan perpustakaan digital adalah koleksi digital tidak harus
berada disebuah tempat fisik, tidak lagi diukur berdasarkan jumlah dan karakter
koleksi melainkan lebih berdasarkan luas cakupan jaringan informasi yang terbentuk oleh jasa
yang disediakannya. Perpustakaan digital disini berbeda dengan system temu
kembali informasi karena perpustakaan digital mencakup lebih banyak jenis
media, menyediakan kegunaan dan layanan tambahan dan mencangkup jenis-jenis
lain dari siklus hidup informasi, dari penciptaan hingga penggunaan. Sehingga
pengguna perpustakaan (pemustaka) lebih senang menggunakan format secara
elektronik daripada secara tradisional. Dengan melihat kemajuan teknologi
informasi kedepannya dapat memungkinkan dibuatnya pembangunan perpustakaan umum
raksasa digital yang memiliki koleksi-koleksi yang berupa arsip dan dokumen
sejarah berharga, manuskrip, peta, buku langka, partitur, music, relaman, film,
foto, arsitektur, dan berbagai bahan budaya lainnya yang dikumpulkan dari
berbagai negara di seluruh dunia sehingga dapat mempersempit kesenjangan
diantara antar negara didunia. Di perpustakaan ini juga memungkinkan terdapaat
salinan koleksi-koleksi dari berbagai negara sehingga penerapan sirkulasinya
menggunakan teknologi Barcode ataupun RFID (Radio Frequency Identification)Sehingga
perpustakaan umum raksasa digital memiliki keuntungan yaitu:
1.
Perpustakaan digital secara ekonomis lebih menguntungkan daripada
perpustakaan trasdisional.
2.
Institusi dapat berbagi koleksi digital
3.
Koleksi digital dapat mengurangi kebutuhan terhadap bahan cetak
pada tingkat lokal
4.
Penggunaannya akan meningkatkan akses elektronik
5. Nilai jangka panjang koleksi digitalakan mengurangi biaya
berkaitan dengan pemeliharaan dan penyampaiannya mudah dalam mengakses,
memproduksi, dan menyebarkannya.
6.
Mendukung program pendidikan jarak jauh
7.
Mudah, cepat, murah dengan jangkauan dunia
8.
Mempersempit kesenjangan antar negara
9.
Meningkatkan kerjasama antar negara
Referensi:

